“(Kemudian) Bahwa dia ketika debat dulu sama sampai menjatuhkan Pak Mahfud, menurut saya itu representing,” ucap Ade.
Menurut Ade, gaya Gibran yang kerap dinilai tidak lazim seharusnya tidak menjadi alasan untuk meremehkan.
Seharusnya publik mampu menangkap kualitas Gibran dari pernyataan dan cara berpikirnya.
"Anda bisa menangkap kualitas dia dari celetukannya, dari apa yang dia sampaikan, dari hal-hal yang barangkali tampak kecil di mata orang lain, tapi sebetulnya buat kita yang bisa menilai kualitas orang. Orang ini keren, anak ini pinter. Kalau aja dia dikasih kesempatan lebih, dia mungkin bisa menjadi seseorang," tutur Ade.
Dalam kesempatan itu, Ade pun menyoroti kritik terhadap Gibran yang dianggap tak layak menjadi wapres.
Dia menilai bahwa anggapan tersebut sama sekali tidak berdasar.
Bahkan, Ade menantang pihak-pihak yang meragukan kemampuan Gibran untuk memberikan bukti konkret mengenai ketidaklayakannya sebagai Wapres.
"Saya ingin men-challenge siapa pun yang mempertanyakan Gibran sebagai wapres. Kasih contoh bahwa dia itu enggak perform. Di mana contohnya? Dia goblok, dia tolol, dia ngaco, segala macam. Mana? Saya yakin enggak ada," pungkasnya.
Sumber: Kompas
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?