POLHUKAM.ID - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menganggap pernyataan Joko Widodo (Jokowi) yang lebih merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menandakan inkonsistensi Presiden ketujuh RI itu.
Sebab, kata dia, Jokowi pernah menyatakan ingin menjadi rakyat biasa sebelum lengser dari jabatan sebagai Presiden ketujuh RI.
"Jadi, kalau Jokowi ingin menjadi ketua umum PSI, tentu ia inkonsisten," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Selasa (10/6).
Pengamat dari Universitas Esa Unggul itu mengatakan Jokowi terlihat ingin berkiprah di dunia politik setelah melontarkan pernyataan mau merapat ke PSI.
"Bukan sebagaimana yang dikemukakannya sebelum lengser yang akan berkiprah di lingkungan hidup," ujar Jamiluddin.
Namun, nantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu merasa bukan sekali ini saja Jokowi inkonsisten terhadap pernyataan yang pernah disampaikan.
"Jauh sebelumnya sudah sering dilakukannya," kata Jamiluddin.
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?