Politisi PDIP, Masinton Pasaribu menyebut pembatasan masa jabatan presiden adalah hasil dari perjalanan sejarah bangsa yang sudah disepakati bersama.
Karena itu, mengubahnya, terutama meneriakkan kembali rencana presiden tiga periode adalah sebuah agenda kekuasaan yang jahat.
"Ini harus menjadi musuh bersama kita dalam menegakkan proses perjalanan bangsa. Reformasi dan demokrasi tahun 98, berikut dengan amandemen terhadap Undang-undang Dasar itu adalah bagian dari agenda politik kebangsaan kita, merefleksi dan mengevaluasi perjalanan ketatanegaraan kita pada periode-periode sebelumnya,” kata dia dalam diskusi daring yang digelar Polemik Trijaya, Sabtu (11/6/2022).
“Tiga periode adalah agenda kekuasaan yang jahat, yang tiran. Jadi kita harus selamatkan agenda kebangsaan ini, agenda reformasi dan demokrasi amanat reformasi ini, yang membatasi periodesasi masa jabatan presiden. Ini harus menjadi konsen kita bersama,” kata dia.
Dalam diskusi yang bertema “Jangan Pegel Nunggu reshuffle” itu, ia menyayangkan isu tiga periode sering dimunculkan dari elemen pemerintahan. Meski Presiden telah memastikan jadwal Pemilu, ia menjelaskan isu tiga periode ini masih santer dihembuskan oleh berbagai pihak.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?