"Dengan tekanan yang luar biasa itu, pak Kasmudjo tetap bisa jujur, pantas dan layak jika pak Kasmudjo man of the year 2025 untuk kategori pahlawan kejujuran," tandasnya.
Sebelumnya, Kasmudjo membantah dengan tegas bahwa dirinya merupakan pembimbing Jokowi ketika kuliah.
“Itu salah! Nah itu yang salah!” demikian pernyataan itu keluar kepada Rismon Hasiolan Sianipar dalam video yang beredar.
Dari pertemuan tersebut terungkap fakta mengejutkan. Kasmudjo tegas bantah dirinya pembimbing skripsi maupun pembimbing akademik.
Kilas balik ke tahun 2017 di sebuah stasiun televisi nasional, Jokowi menyebut Kasmudjo sebagai pembimbing skripsinya. Tapi di kediamannya, Kasmudjo menyampaikan fakta berbeda.
“Harus di atas 50 tahun untuk jadi pembimbing skripsi, saya saat itu baru pangkat 3B,” sebutnya.
“Saya bukan dosen pembimbing akademik. Saya tahu itu tidak boleh. Masih muda,” kuncinya.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri