Peter Surja, Country Managing Partner EY Indonesia, mengatakan, "Untuk menanggapi perubahan yang cepat dalam lingkungan bisnis dan persaingan, pengambilan keputusan berbasis data menjadi sangat penting. Agar sukses di era baru ini, para pemimpin bisnis membuat penilaian dan keputusan yang strategis dan lebih kompleks dengan makin memanfaatkan data keuangan dan non-keuangan yang sangat andal di semua aspek operasi mereka."
Program investasi juga akan memanfaatkan rangkaian penganalisis data global EY Helix dan metodologi audit global. Tim EY menggunakan penganalisis ini untuk memproses lebih dari 680 miliar baris data keuangan perusahaan setiap tahun, mendukung transformasi yang memungkinkan organisasi EY untuk menganalisis lebih banyak data keuangan dan nonkeuangan, memanfaatkan analisis statistik dan prediktif baru.
Kemampuan yang ditingkatkan dan metode yang konsisten secara global ini bertujuan untuk memfasilitasi identifikasi dan mitigasi risiko tingkat lanjut dan membantu mempersiapkan kebutuhan kompleks untuk memperluas layanan assurance dan membantu bisnis untuk membangun kepercayaan lebih lanjut di seluruh pasar modal.
Marc Jeschonneck, EY Global Assurance Digital Leader, mengatakan, "Investasi ini mendukung penyampaian audit berbasis data dan layanan jaminan lainnya, dan pada akhirnya memberikan tingkat kemampuan baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. Transformasi ini menanggapi harapan komite audit dan pemimpin keuangan yang sekarang mencakup tidak hanya audit dan akuntansi, tetapi juga lanskap pelaporan yang lebih luas termasuk keberlanjutan."
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid