PT Semacom Integrated Tbk dipastikan memiliki resolusi untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam bentuk produk maupun jasa, yang ekonomis dan reliable, untuk mempermudah penyelesaian proyek para pelanggan. Untuk mempertahankan kualitas produk, Perseroan telah memenuhi proses audit sebagai qualified manufacturer, dan sebagai salah satu syarat untuk mempertahankan sertifikasi ini, Perseroan setiap minimal 6 (enam) bulan sekali diaudit oleh Pemilik Brand/License. Dengan demikian, produk dan layanan dari Perseroan memiliki kualitas terjamin dan garansi penuh dari banyak brand internasional.
Maka tak heran jika laju pertumbuhan nilai buku perseroan terus berkembang. Ini tercermin dari perolehan laba komprehensif perusahaan pada periode tahun buku 2021 sebesar Rp 19,75 miliar. Realisasi ini tumbuh 547 % atau setara penambahan Rp 16,70 miliar, jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat pembukaan laba komprehensif sebesar Rp 3,05 miliar. Angka penjualan pada tahun 2021 tumbuh signifikan dari sebelumnya Rp 82,89 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 198,21 miliar. Kemudian untuk aset perusahaan juga tumbuh 35 % year on year (yoy) menjadi Rp 190,07 miliar dari sebelumnya Rp 141,03 miliar.
Berbagai catatan keuntungan tersebut berpotensi semakin meningkat, mengingat pemerintah tengah serius dalam mendorong kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia yang kini tengah dikembangkan Perseroan. Dengan mengestimasikan biaya investasi pembangunan SPKLU level 2 sebesar US$ 4,300 dan target kebutuhan SPKLU yang telah diproyeksikan oleh PLN pada 2021-2025, maka terdapat potensi proyek minimum sebesar US$ 203 juta untuk perusahaan, di luar potensi dari pihak swasta.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid