Pernyataan Mahfud berlanjut dengan sentilan halus. Ia mengatakan bahwa keputusan membiarkan kader yang ditangkap KPK adalah langkah politik yang justru bisa menguntungkan Gerindra di mata masyarakat.
“Ini kesempatan Gerindra menghimpun dukungan masyarakat. Biarin aja meskipun anak buah saya. Tidak ada urusan, ambil saja kalau korupsi,” ucapnya tegas.
Potensi Intervensi yang Tidak Dilakukan Prabowo
Mahfud juga menyinggung bahwa Presiden Prabowo sebenarnya bisa dengan mudah meminta penundaan, intervensi, atau setidaknya menyatakan keberatan atas OTT KPK tersebut. Namun, hal itu tidak terjadi.
“Kalau mau dilindungi kan gampang saja presiden halangi,” katanya menyampaikan apresiasi.
Komentar Mahfud MD ini langsung ramai dibahas publik dan pengamat politik, terutama karena muncul di saat kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi tengah menjadi sorotan.
Artikel Terkait
KPK Panggil Staf PBNU, Mengapa Mangkir dari Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut?
Balas Dendam Keluarga Terungkap: Inilah Motif Mengerikan di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur
Korupsi ke Sugar Baby: KPK Beberkan Modus Baru Pencucian Uang yang Bikin Sugar Baby Bisa Dipidana
Feri Amsari Dilaporkan Polisi! Apa yang Sebenarnya Dia Kritik Soal Swasembada Pangan?