Pernyataan Mahfud berlanjut dengan sentilan halus. Ia mengatakan bahwa keputusan membiarkan kader yang ditangkap KPK adalah langkah politik yang justru bisa menguntungkan Gerindra di mata masyarakat.
“Ini kesempatan Gerindra menghimpun dukungan masyarakat. Biarin aja meskipun anak buah saya. Tidak ada urusan, ambil saja kalau korupsi,” ucapnya tegas.
Potensi Intervensi yang Tidak Dilakukan Prabowo
Mahfud juga menyinggung bahwa Presiden Prabowo sebenarnya bisa dengan mudah meminta penundaan, intervensi, atau setidaknya menyatakan keberatan atas OTT KPK tersebut. Namun, hal itu tidak terjadi.
“Kalau mau dilindungi kan gampang saja presiden halangi,” katanya menyampaikan apresiasi.
Komentar Mahfud MD ini langsung ramai dibahas publik dan pengamat politik, terutama karena muncul di saat kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi tengah menjadi sorotan.
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Toraja Utara Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu dari Bandar, Ini Fakta yang Terungkap di Sidang Etik
AKP Arifan Efendi Diduga Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu dari Bandar: Fakta Sidang Etik yang Mengejutkan
KPK Ungkap Modus Grup WA Belanja RSUD untuk Salurkan Uang ke Keluarga Bupati Pekalongan
Fadia Arafiq Klaim Sedang Bersama Gubernur Saat OTT, Ahmad Luthfi Bantah Tegas: Siapa yang Bohong?