Selain properti, berikut rincian harta lainnya yang dilaporkan dalam LHKPN:
- Alat Transportasi & Mesin: Senilai Rp 303,3 juta, termasuk mobil Toyota Kijang Innova (2005), Honda Jazz (2013), sepeda motor, dan sepeda gunung.
- Harta Bergerak Lainnya: Senilai Rp 430,4 juta.
- Surat Berharga: Senilai Rp 1,05 miliar.
- Kas dan Setara Kas: Senilai Rp 1,88 miliar.
Trend Kenaikan Kekayaan dalam 5 Tahun Terakhir
Melacak data historis e-LHKPN menunjukkan fluktuasi kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi dalam kurun waktu lima tahun:
- Tahun 2024: Rp 6,017 miliar
- Tahun 2023: Rp 5,586 miliar (sebagai Direktur Teknis Kepabeanan)
- Tahun 2022: Rp 5,751 miliar
- Tahun 2021: Rp 5,587 miliar
- Tahun 2020: Rp 5,342 miliar
Data tersebut mengindikasikan adanya kenaikan kekayaan yang tidak terlalu signifikan, bahkan sempat mengalami penyusutan dari tahun 2022 ke 2023, sebelum akhirnya naik lagi pada laporan 2024.
Perkembangan kasus korupsi ekspor CPO dan POME ini terus menjadi sorotan, mengingat besarnya kerugian negara yang diduga dan melibatkan sejumlah pejabat. Publik menunggu proses hukum selanjutnya terhadap Fadjar Donny Tjahjadi dan para tersangka lainnya.
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat UU ITE & KUHP ke MK: Pasal-Pasal Pembungkam Kritik yang Diuji
Noel Bocorkan Kode Parpol di Skandal Sertifikasi K3: Huruf K dan 3 Huruf Ini!
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil Hingga Luar Negeri, Benarkah Terkait Korupsi Rp222 Miliar Bank bjb?
Buni Yani Tantang KPK: OTT Gencar Tapi Tak Berani Usut Jokowi dan Keluarga, Kenapa?