“Kami mencari alat bukti pendukung, yakni CCTV dari sekitar rumah tersebut yang bisa membuktikan petunjuk adanya proses atau orang-orang yang mungkin berada di rumah tersebut,” sambungnya.
Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim gabungan yang dibuat khusus untuk mengusut kasus baku tembak di rumah Irjen Sambo.
Tim khusus ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.
Kemudian dibantu oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryo, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri dan Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Wahyu Widada.
Selain itu, penyelidikan insiden ini juga melibatkan unsur dari Divisi Propam Polri, yakni Biro Provos dan Paminal.
Mayjen Pol Purn. Seno Benarkan Decoder CCTV Pos Kompleks Sambo Diganti
Padahal diketahui Brigadir J sudah tewas di sana.
"Enggak tahu (proses dibawa jenazah Brigadir J). Ambulans ke sini juga ya enggak nangkep, saya enggak tahu diangkut pakai apa," ujar Seno kepada wartawan di Jakarta Rabu, 13 Juli 2022.
Lebih lanjut Seno membeberkan bahwa tidak ada rekaman CCTV kompleks Polri yang menunjukkan pergerakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.
Menurut keterangan dari satpam yang menjaga pos, decoder CCTV diganti oleh anggota kepolisian satu hari setelah kejadian.
"Maksudnya (yang diganti) itu bukan CCTV di rumah Pak Sambo, (tapi) CCTV alatnya yang di pos. Ya (diganti polisi)," ungkapnya.
Sumber: tvonenews.com
Artikel Terkait
KPK Panggil Staf PBNU, Mengapa Mangkir dari Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut?
Balas Dendam Keluarga Terungkap: Inilah Motif Mengerikan di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur
Korupsi ke Sugar Baby: KPK Beberkan Modus Baru Pencucian Uang yang Bikin Sugar Baby Bisa Dipidana
Feri Amsari Dilaporkan Polisi! Apa yang Sebenarnya Dia Kritik Soal Swasembada Pangan?