Gazalba Saleh jadi terdakwa bersama dua anak buahnya karena diduga menerima suap senilai Rp2,2milliar untuk memvonis Budiman Gandi Suparman 5 tahun penjara.
Perjalan kasus tersebut, justru membuat Gazalba dibebaskan lantara tidak kuat alat buktinya. Sementara dua anak buahnya Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma selaku penyuap Hakim Agung di lingkungan MA dijatuhi vonis penjara yang diputus hukuman 6,5 tahun penjara serta 5,5 tahun penjara.
Terbebasnya Hakim Agung Gazalba juga ramai jadi perbincangan warganet di media sosial, tak sedikit warganet menyangkan terbebasnya Gazalba selaku yang menerima suap, sementara yang menyuap dijatuhi hukuman.
“Bukannya penyuap dan penerima suap harus dihukum ya? Nonton di upin ipin soalnya,” tulis akun @jl_*****.
“Logika ada yang menyuap pasti ada yang disuap, jika hakim tidak terbukti disuap, maka mereka pun tidak terbukti menyuap dong,” sentil yang lain.
“Gimana ceritanya ya? Kalau hakim bebas, penyuap bebas juga dong? Penyuap masuk, hakim juga lah,” timpal netizan yang lain.
Sumber: suara
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?