polhukam.id: Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung bekerja keras dan terus mengintensifkan pengusutan kasus dugaan korupsi pembelian emas.
Hasilnya, tim penyidik menetapkan sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan terhadap AHA, bekas General Manager PT Antam. Dia diduga keras mempunyai peran penting dalam korupsi pembelian emas di Butik Emas Logam Mulia Surabaya 01 Antam bersekongkol dengan tersangka Budi Said ( BS) dengan modus diskon 15 persen.
Tersangka AHA pun menghuni balik terali besi Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung hingga 20 Februari 2024.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Proyek Perkeretaapian Medan Diperkirakan Rugikan Negara Rp 1,3 Triliun
Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyebutkan tersangka AHA dipersalahkan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Modus diskon 15 persen seolah-olah membuat BS mendapat potongan harga dari pembelian emas.
Artikel Terkait
Gus Dur Diperiksa Polisi, Kenapa Jokowi Tidak? Fakta Mengejutkan dari Mantan Wakapolri
Gus Yaqut Bantah Makan Uang Haji, Tapi KPK Beberkan Fakta Kerugian Rp 1 Triliun!
Oegroseno Buka Suara: Ini Alasan Hukum Polisi Tak Bisa Vonis Ijazah Jokowi Asli atau Palsu
Gus Aiz Diperiksa KPK: Benarkah Dana Korupsi Kuota Haji Mengalir ke Petinggi PBNU?