'Penyakit Itu Datang dari Kekuasaan yang Rakus'
Oleh: Ali Syarief
Akademisi
Barangkali bagi Jokowi, baru sekarang ia menyadari bahwa sehat itu mahal.
Bukan mahal karena biaya rumah sakit atau harga obat yang naik-turun tak tentu arah.
Tapi mahal karena tidak semua orang yang memegang kuasa bisa tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.
Apalagi kalau kuasa itu didapat dari hasil kawin silang antara kebohongan, pelanggaran konstitusi, dan korupsi berjamaah.
Penyakit kulit—ah, sebutlah begitu, yang menyerangnya itu—mungkin hanya seupil dari sekian deret penyakit yang mengintai tubuh yang dulu kerempeng, kini dibebani beban sejarah.
Kata orang, sakit kulit itu memalukan, karena tampak.
Tapi lebih memalukan lagi jika yang sakit bukan kulit, melainkan hati dan akal.
Itu tidak tampak, tapi baunya menyengat: seperti busuknya janji pada rakyat, atau apek konstitusi yang dilipat-lipat seenak udel sendiri.
Tentu saja, dokter akan mengatakan: penyakit itu datang dari makanan. Tapi kita tahu, makanan Jokowi tidak rakus-rakus amat.
a bukan tukang santap rendang lima porsi dalam sekali duduk. Tapi jangan salah.
Artikel Terkait
Mahfud MD Buka Suara Soal Alumni LPDF yang Hina Indonesia: Pemerintah Harus Introspeksi!
Virgoun & Lindi Fitriyana Resmi Nikah 26.02.2026: Lokasi dan Maskawin Masih Misteri!
Hendri Satrio Bentrok dengan Rencana Impor 105 Ribu Pick-up India: Esemka Bisa Langsung Bangkit!
Anggota Brimob Minta Maaf di Sidang Etik: Saya Lalai Akibatkan Pelajar Tual Tewas