"Tangannya terdistorsi. Ada bekas cakaran di dinding. Itu mengerikan," tulisnya lagi.
Jenazah Wu baru ditemukan pada 1 Maret, ketika teknisi lain datang untuk memperbaiki lift.
Bau busuk langsung menyergap begitu pintu terbuka.
Tubuh Wu sudah membusuk dengan posisi tangan yang bengkok, seakan menunjukkan perjuangan keras sebelum akhirnya menyerah pada nasib.
Polisi setempat memastikan Wu meninggal akibat kelaparan dan dehidrasi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Namun, dua teknisi yang pertama kali menangani kasus ini ditangkap dengan tuduhan pembunuhan tidak langsung (involuntary manslaughter) karena kelalaian fatal yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa.
Kematian tragis ini memicu kemarahan publik. Warga apartemen menuding manajemen abai dan terlalu lama menunda perbaikan.
Mereka bahkan menggelar protes, menuntut pertanggungjawaban pihak pengelola.
👇👇
🔥🔥 pic.twitter.com/R8mmOYUFYi
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Gagal Total! Negosiasi AS-Iran Hancur Gara-Gara Isu Nuklir Ini
Bom di Pasar Jilli: 200 Nyawa Melayang, Benarkah Jet Tempur Nigeria Salah Sasaran?
Iran Ancam Pusaran Maut di Selat Hormuz: Apa yang Akan Terjadi pada Blokade AL AS?
AS Blokade Iran 2026: Apa Dampaknya Bagi Selat Hormuz dan Dunia?