Kuba Kecam Penangkapan Maduro: "Ini Bukan Halaman Belakang AS!"
POLHUKAM.ID – Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel Bermúdez, mengecam keras upaya penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk terorisme negara terhadap pemimpin yang dipilih secara sah.
Menurut Díaz-Canel, penculikan terhadap kepala negara yang demokratis tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan serta hukum internasional. Kuba menolak anggapan bahwa Amerika Latin adalah halaman belakang Amerika Serikat.
"Tujuan kaum imperialis adalah minyak Venezuela, tanah dan sumber daya alamnya. Tidak, Tuan-tuan imperialis, ini bukan ‘halaman belakang’ Anda," tegas Díaz-Canel, seperti dikutip media Rusia Vremya.ua, Senin (5 Januari 2026).
Díaz-Canel menegaskan Kuba tidak mengakui Doktrin Monroe dan siap berjuang untuk Venezuela. "Demi Venezuela, dan juga demi Kuba, kami siap memberikan darah kami, bahkan nyawa kami. Kami tidak akan mundur," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pengarahan di Mar-a-Lago, menyatakan keinginannya untuk membantu rakyat Kuba yang dikaitkannya dengan situasi Venezuela. Namun, Trump menyatakan belum mempertimbangkan opsi militer terhadap Kuba.
Artikel Terkait
Rahasia Doha Terbongkar: Pengkhianatan Internal yang Gulingkan Maduro?
Iran Ancam Ratakan Israel: Netanyahu Buru Putin untuk Meredam Perang?
Isyarat Rahasia Trump ke CEO Minyak AS: Bersiaplah Sebelum Serangan Venezuela yang Gegerkan PBB
Ledakan Mencekam di Venezuela 2026: Kisah Prajurit yang Terlempar Bom AS Terungkap!