Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kapal-kapal AL AS bergerak "untuk berjaga-jaga" dan menolak menghapus opsi intervensi militer. Trump bahkan mengklaim, pengerahan militer ini membuat Iran ingin berunding. "Mereka ingin membuat kesepakatan sekarang. Saya tahu itu," ujarnya.
Iran Klaim Lebih Siap dari Sebelumnya
Menanggapi ancaman yang membayang, Iran menyatakan kesiapan penuh. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan negaranya "lebih siap dari sebelumnya" untuk merespons setiap serangan.
Baghaei menggambarkan situasi ini sebagai "perang hibrida", yang mencakup konflik dan destabilisasi dari dalam. Ia mendesak negara-negara tetangga untuk bersikap jelas menentang ancaman AS, mengingat ketidakstabilan bisa menyebar ke seluruh kawasan.
Pernyataan kesiapan juga datang dari pimpinan militer Iran. Komandan Pasukan Darat, Ali Jahanshahi, menekankan persatuan internal angkatan bersenjata sebagai kunci menghadapi musuh. Sementara Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menyebut sinergi antar pasukan telah berhasil menggagalkan rencana musuh.
Dengan kedua belah pihak menunjukkan kesiapan militer dan tidak ada tanda-tanda de-eskalasi, situasi di kawasan Teluk Persia tetap sangat mencemaskan dan berpotensi memicu konflik terbuka.
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Seluruh Pertahanan Venezuela, Trump Ancam Serang Kartel Narkoba
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 48 Jam? Ini Langkah AS yang Bikin Dunia Waspada
ICBM Korut Makin Canggih: Benarkah Ancaman Nuklir Global Tak Terhindarkan?
Iran vs AS: Mural Mengerikan di Teheran & Ancaman Perang Total yang Bikin Dunia Cemas