China disebut berperan penting dalam memperkuat kemampuan rudal Iran, sementara Rusia secara rutin memasok berbagai proyektil. Pengiriman mingguan ini mengukuhkan kemitraan strategis di tengah eskalasi kawasan.
Konflik 12 Hari dan Manuver Militer Bersama
Ketegangan memuncak pada 13 Juni 2025 ketika Israel, dengan dukungan AS, melancarkan serangan 12 hari ke fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran. Iran membalas dengan menargetkan markas militer dan intelijen Israel.
Menanggapi situasi, Iran, Rusia, dan China bersiap menggelar manuver laut bersama "Sabuk Keamanan". Waktu pelaksanaan manuver ini dinilai memiliki pesan politik dan militer yang kuat, mempertegas poros pertahanan ketiga negara.
Analisis: Pesan Politik di Balik Kuburan Massal
Persiapan kuburan massal untuk tentara AS bukan hanya langkah logistik, melainkan pesan psikologis dan politik yang jelas. Iran menunjukkan kesiapan penuh dan peringatan tentang konsekuensi serius jika konflik militer terbuka benar-benar terjadi. Langkah ini, bersama penguatan alutsista dan manuver bersama, menjadi penanda ketegangan geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Trump Diingatkan Pentagon Siap Serang Iran: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Bertindak?
Ledakan Misterius di Teheran: Uji Coba Iran atau Sinyal Perang dengan AS?
Selat Hormuz Memanas! Iran Gelar Latihan Tembak Langsung, Jawab Ancaman Serangan AS?