Email Rahasia Epstein & Rothschild: Ungkap Peluang Bisnis Gelap di Balik Krisis Ukraina 2014

- Jumat, 06 Februari 2026 | 11:50 WIB
Email Rahasia Epstein & Rothschild: Ungkap Peluang Bisnis Gelap di Balik Krisis Ukraina 2014

Pengungkapan email ini memperkuat pola Epstein sebagai figur yang memanfaatkan setiap situasi, baik itu krisis geopolitik maupun aksesnya ke korban, untuk keuntungan pribadi. Sementara di satu sisi ia menjalankan jaringan perdagangan seks anak yang mengerikan, di sisi lain ia aktif dalam diskusi bisnis tingkat tinggi dengan elite keuangan dunia.

Pada 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan prostitusi anak di bawah umur namun mendapat hukuman ringan berkat "kesepakatan istimewa". Korban-korbannya, banyak yang berasal dari latar belakang rentan, direkrut dengan janji palsu karir modeling.

Dugaan Keterkaitan dengan Dunia Intelijen

Dokumen dan laporan juga menyoroti dugaan keterlibatan Epstein dengan komunitas intelijen. Beberapa poin yang mencuat antara lain:

  • Pernyataan mantan Jaksa AS Alexander Acosta bahwa Epstein "terkait dengan intelijen".
  • Pertemuan Epstein pada 2014 dengan William Burns, yang kelak menjadi Direktur CIA.
  • Dugaan keterkaitan dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan ayah Ghislaine Maxwell, Robert Maxwell, yang diduga sebagai agen Mossad.

Konteks Gejolak Ukraina 2014

Email Epstein-De Rothschild ini terjadi di tengah gejolak politik besar di Ukraina. Protes Maidan 2014 berhasil menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia, memicu aneksasi Crimea oleh Rusia dan konflik di Donbas. Bagi Epstein, krisis kemanusiaan dan politik ini dilihat semata-mata sebagai "peluang bisnis".

Kesimpulan: Simbol Kebusukan Sistemik

Rilis dokumen ini tidak hanya mengungkap kejahatan seksual Epstein, tetapi juga menyoroti bagaimana kekuasaan, uang, dan akses elit dapat saling melindungi. Kematian Epstein di sel penjara pada 2019 menghentikan proses pengadilan, namun dokumen-dokumen seperti ini terus membuka tabir jaringan gelap yang mungkin melindunginya. Kasus Epstein tetap menjadi simbol kebusukan sistemik di persimpangan kejahatan, keuangan global, dan kekuasaan.

Halaman:

Komentar