Laporan Axios mengungkap, sedikitnya sembilan negara Arab mendesak pemerintahan Trump untuk menyetujui permintaan Iran berunding di Oman. Mereka meminta AS tidak membatalkan peluang diplomasi ini. Meski skeptis, AS akhirnya menyetujui permintaan tersebut untuk menghormati sekutu di kawasan dan mengupayakan jalan diplomatik.
Hasil Perundingan Sulit Diprediksi
Sebuah sumber Iran kepada RIA Novosti menyebut hasil perundingan akan sulit diprediksi. "Kurangnya kepercayaan terhadap pihak AS adalah tantangan utama," ujar sumber tersebut, menyoroti langkah militer agresif AS dan Israel sebelumnya yang dinilai memperdalam jurang ketidakpercayaan.
Abbas Araghchi menegaskan Iran masuk ke gelanggang diplomasi dengan mata terbuka dan memori akan peristiwa setahun terakhir. Ia menekankan bahwa komitmen, kesetaraan, dan saling menghormati adalah pilar kesepakatan yang bertahan lama.
Dukungan Turki untuk Jalan Diplomasi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan campur tangan eksternal terhadap Iran membawa risiko bagi seluruh kawasan. Ia meyakini bahwa penyelesaian diplomatik, termasuk masalah nuklir, tetap menjadi langkah paling masuk akal dan dapat diterima.
Artikel Terkait
Dokumen FBI Bocor: Ternyata Ini Peran Sebenarnya Jeffrey Epstein untuk Mossad
Dokumen Epstein Bocor: Upaya Goyang Putin dan Rahasia yang Masih Disembunyikan
Email Rahasia Epstein & Rothschild: Ungkap Peluang Bisnis Gelap di Balik Krisis Ukraina 2014
Misteri Akhir Sang Putra Mahkota: Benarkah Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Zintan?