Laporan Axios mengungkap, sedikitnya sembilan negara Arab mendesak pemerintahan Trump untuk menyetujui permintaan Iran berunding di Oman. Mereka meminta AS tidak membatalkan peluang diplomasi ini. Meski skeptis, AS akhirnya menyetujui permintaan tersebut untuk menghormati sekutu di kawasan dan mengupayakan jalan diplomatik.
Hasil Perundingan Sulit Diprediksi
Sebuah sumber Iran kepada RIA Novosti menyebut hasil perundingan akan sulit diprediksi. "Kurangnya kepercayaan terhadap pihak AS adalah tantangan utama," ujar sumber tersebut, menyoroti langkah militer agresif AS dan Israel sebelumnya yang dinilai memperdalam jurang ketidakpercayaan.
Abbas Araghchi menegaskan Iran masuk ke gelanggang diplomasi dengan mata terbuka dan memori akan peristiwa setahun terakhir. Ia menekankan bahwa komitmen, kesetaraan, dan saling menghormati adalah pilar kesepakatan yang bertahan lama.
Dukungan Turki untuk Jalan Diplomasi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan campur tangan eksternal terhadap Iran membawa risiko bagi seluruh kawasan. Ia meyakini bahwa penyelesaian diplomatik, termasuk masalah nuklir, tetap menjadi langkah paling masuk akal dan dapat diterima.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!