Tyson juga menceritakan masa kecilnya yang penuh perjuangan melawan berat badan di lingkungan Brownsville, Brooklyn. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji membuat bobotnya pernah mencapai 156 kilogram. "Saya sangat membenci diri sendiri. Saya hanya ingin bunuh diri," kenang Tyson tentang masa-masa sulitnya.
Bahaya Makanan Ultra-Olahan bagi Kesehatan
Kampanye yang didukung Menteri Kesehatan AS ini menyoroti bahaya konsumsi makanan ultra-olahan yang kaya kalori, gula, lemak, garam, dan pengawet. Jenis makanan ini telah dikaitkan secara ilmiah dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan masalah kardiovaskular.
Mike Tyson, yang terkenal sebagai juara tinju kelas berat yang menakutkan di era 80-an, kini bertekad menggunakan pengaruhnya untuk mengubah pola makan masyarakat AS. Transformasinya dari atlet berisiko tinggi menjadi duta kesehatan menjadi pesan yang kuat dalam kampanye ini.
Dengan latar belakang kehidupan yang keras, termasuk masa lalu yang kontroversial, pengalaman pribadi Tyson diharapkan dapat menginspirasi banyak orang, terutama dari komunitas rentan, untuk beralih ke makanan asli dan lebih sehat.
Artikel Terkait
Houthi Serang Israel: Dampak Mengerikan yang Bisa Guncang Timur Tengah dan Dunia
Kapal Tanker Pertamina Disandera Iran di Selat Hormuz: Ini 3 Kesalahan Diplomasi yang Harus Dibayar Indonesia
Iran Ultimatum AS: Kampus di Timur Tengah Bakal Diserang Jika Tak Patuhi Tenggat 30 Maret 2026
Trump vs NATO & Iran: Pulau Kharg Jadi Jebakan Maut yang Bisa Picu Perang Global?