@netizen_jerman: "Untung cuma saus tomat, kalau benda keras bisa bahaya. Keamanan di acara publik harus lebih ketat lagi."
@sejarah_iran: "Reza Pahlavi emang tokoh kontroversial buat sebagian orang Iran. Tapi aksi kekerasan (sekecil apapun) di ruang publik nggak bisa dibenarkan."
@humor_politik: "Padahal lagi musim tomat mahal di Eropa. Sayang banget sausnya dilempar sia-sia."
@waspada_global: "Ini tanda bahwa ketegangan politik Iran di pengasingan makin panas. Was-was kalau ada aksi lebih serius berikutnya."
Insiden lemparan saus tomat kepada Reza Pahlavi di Berlin mungkin terlihat kecil dan menggelikan bagi sebagian orang. Namun, jika dicermati, ini adalah simbol dari ketegangan politik lintas negara yang tak kunjung reda. Reza Pahlavi, sebagai putra mendiang Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi yang digulingkan dalam Revolusi Iran 1979, hingga kini masih menjadi figur yang memecah belah. Di satu sisi, ia didukung oleh para pendukung monarki dan oposisi Republik Islam Iran. Di sisi lain, ia mendapat tentangan keras dari kelompok pro-rezim maupun yang menganggap dinasti Pahlavi penuh rekam kelam.
Yang patut diapresiasi adalah sikap tenang Reza Pahlavi. Ia tidak membiarkan provokasi kecil mengubah martabatnya sebagai tokoh nasional. Sementara yang perlu dikritisi adalah lemahnya pengamanan di acara publik yang dipadati media. Untung yang dilempar hanya saus, bukan benda berbahaya. Otoritas Jerman diharapkan mengusut motif pelaku, apakah sekadar aksi iseng, protes politik, atau ada aktor di baliknya. Apapun itu, kekerasan dalam bentuk apapun bukanlah jalan menyelesaikan perbedaan politik. "
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir Lawan Iran: Syarat Damai Abadi Terungkap
Iran Tuding AS Perpanjang Gencatan Senjata Hanya untuk Mengulur Waktu, Militer Siap Tempur 100 Persen
Viral! Video Tentara Iran Bersenjata Naik ke Kapal & Sita Tanker di Selat Hormuz, Aksi Balasan ke Trump?
Iran Pamerkan Rudal Supersonic di Jalanan Teheran: Ancaman Serius untuk AS & Israel?