Pada 1970-an, ilmuwan Rusia mengembangkan motor roket berbahan bakar padat untuk torpedo. Laju torpedo ini memicu gelembung gas di sekitarnya yang berfungsi mengurangi daya hambat air, memungkinkan torpedo melaju dengan kecepatan tinggi. Secara sederhana, alih-alih mengiris air seperti senjata biasa, torpedo ini menciptakan gelembung gas yang mengubah lautan menjadi lintasan berkecepatan tinggi. Keunggulan lain Hoot adalah kemampuannya membawa hulu ledak hingga 200 kilogram.
Namun, kecepatan tinggi ini harus dibayar mahal dengan jarak tempuh yang terbatas. Jika torpedo konvensional mampu menjangkau target hingga 30 km, Hoot hanya bisa mengincar sasaran dalam jarak 15 km karena bahan bakarnya cepat habis.
Penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada Kamis (30/4/2026) menyatakan bahwa Teheran dapat memilih konfrontasi jika blokade maritim AS terus berlanjut. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Rezaei menyebut Iran memiliki berbagai cara untuk menembus blokade dan menegaskan bahwa upaya penerapan blokade tersebut tidak akan berhasil. Ia menambahkan, jika blokade berlanjut, Iran mungkin akan menggunakan konfrontasi untuk mematahkannya. Rezaei juga menguraikan kemungkinan skenario perang yang akan berfokus pada wilayah pesisir selatan, meluas hingga Isfahan, serta mencakup aktivitas di wilayah barat Iran. Ia memperingatkan bahwa konflik semacam itu dapat mencakup pengeboman dan pembunuhan di Teheran.
AS dan Israel sebelumnya melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas Teheran dengan serangan ke Israel dan negara-negara lain di kawasan yang menampung aset AS. Serangan udara AS-Israel menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April yang dimediasi oleh Pakistan. Meski awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan menerima penjelasan tentang rencana baru terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Mengutip sejumlah sumber, Axios melaporkan bahwa paparan dari Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menunjukkan Trump tengah mempertimbangkan secara serius untuk kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran. Langkah ini disebut sebagai upaya memecah kebuntuan negosiasi atau memberikan tekanan terakhir kepada Iran sebelum mengakhiri konflik.
Menurut laporan tersebut, CENTCOM telah menyusun rencana serangan "singkat tetapi intens" dengan kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran guna mendorong negara itu kembali ke meja perundingan dengan sikap lebih fleksibel, khususnya terkait isu nuklir. Opsi lain yang akan dipresentasikan mencakup kemungkinan menguasai sebagian wilayah Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran komersial, meski langkah tersebut berpotensi melibatkan pasukan darat. Selain itu, rencana lain yang sebelumnya pernah dibahas adalah operasi pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.
Dalam wawancara dengan Axios pada Rabu, Trump menyatakan bahwa blokade laut terhadap Iran "sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman" dan dianggap sebagai alat penekan utama. Namun, laporan itu menyebutkan Trump tetap membuka kemungkinan aksi militer jika Iran tidak menunjukkan sikap kompromi. Para perencana militer AS juga mengantisipasi kemungkinan aksi balasan dari Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah sebagai respons atas blokade tersebut. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine dilaporkan akan ikut menghadiri paparan tersebut.
Artikel Terkait
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz
Trump vs Iran: Gencatan Senjata Palsu atau Jeda Menuju Perang Besar?
Trump Desak Iran Segera Teken Kesepakatan Nuklir: Mereka Tidak Bisa Mengatur Diri Sendiri!
Iran Siapkan Teknologi Penargetan Cerdas untuk Bakar Kapal Perang AS jika Selat Hormuz Memanas