Akan tetapi dalam situasi konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina saat ini di mana Rusia mendapat banyak sanksi termasuk dari negara negara Eropa sendiri maka Indonesia perlu berhati hati akan rencana pertemuan tersebut.
Karena jangan sampai pertemuan ini kemudian membuat hubungan Indonesia dengan negara negara lain yang bukan sekutu Rusia justru menjadi terganggu.
Hal ini patut dipertimbangkan masak-masak oleh presiden Jokowi, karena jangan sampai niat baik presiden Jokowi untuk menjadi juru damai bagi konflik Ukraina-Rusia tapi justru berefek negatif bagi national interest Bangsa Indonesia.
Karena implikasi dari pertemuan presiden Jokowi ini sangat besar sementara kondisi dalam negeri Indonesia juga sedang tidak baik-baik saja dalam banyak aspek.
Ditambah hutang luar negeri Indonesia yang semakin besar,jangan sampai pertemuan ini justru semakin membuat Indonesia menjadi musuh sebagian negara yang kontra terhadap serangan Rusia ke Ukraina. Semoga presiden Jokowi dan tim diplomat nya bisa berfikir lebih matang lagi, masih ada waktu.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Lelang Kapal Iran oleh Indonesia: Apa Dampak Nyata bagi Pasokan BBM Kita di Selat Hormuz?
Trump Beberkan Laporan CIA: Benarkah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Gay?
JD Vance Murka ke Netanyahu: Janji Rahasia Mossad Gagal Gulingkan Iran Terbongkar!
Iran Siapkan 1 Juta Pasukan: Neraka Historis Menanti AS Jika Invasi Darat Terjadi