Juru bicara IRGC, Ramezan Sharif mengatakan, Brigadir Jenderal Mohammad Kazemi telah diangkat sebagai pemimpin baru Organisasi Intelijen IRGC.
Kazemi menggantikan Hossein Taeb, yaitu seorang ulama berpengaruh yang menjabat sebagai pemimpin badan intelijen sejak didirikan pada 2009. IRGC tidak memberikan alasan spesifik mengenai perombakan kepemimpinan tersebut.
Kantor berita Tasnim melaporkan, Taeb telah ditunjuk sebagai penasihat kepala komandan IRGC. Taeb adalah tokoh kuat dalam rezim Iran yang bekerja di kantor Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, sebelum diangkat sebagai Organisasi Intelijen IRGC pada 2009.
Taeb mempunyai hubungan sangat dekat dengan Mojtaba Khamenei, yaitu putra pemimpin tertinggi yang berpengaruh. Taeb dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat atas pelanggaran hak asasi manusia.
“Saya pikir ini adalah gempa bumi di komunitas intelijen Iran, mengingat jabatan jangka panjang Taeb dan kedekatannya dengan Kantor Pemimpin Tertinggi,” ujar Direktur Kebijakan di United Against Nuclear Iran (UANI), Jason Brodsky, dilansir Alarabiya, Jumat (24/6/2022).
“Warisan Taeb di antaranya korupsi, represi, dan kontroversi. Fakta bahwa dia ditunjuk sebagai penasihat panglima tertinggi IRGC daripada posisi lain yang lebih signifikan dapat dilihat sebagai penurunan pangkat," kata Brodsky menambahkan.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar