Wang mengatakan, kedua negara harus bersama-sama mempromosikan perdamaian dan pembangunan di Asia, serta kesejahteraan umat manusia. Sementara Marcos Jr. mengatakan kepada Wang bahwa, hubungan bilateral antara Filipina dan China memiliki sejarah panjang dan keduanya memiliki hubungan dekat. China dan Filipina membuka hubungan diplomatik pada 1975.
Marcos mengatakan, pemerintah Filipina yang baru sangat mementingkan hubungan dengan China dan bersedia untuk memperdalam partisipasinya dalam proyek pembangunan Belt and Road. "Kami bergandengan tangan dengan China dalam mengatasi tantangan regional, dan meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.
Marcos Jr. dilantik sebagai presiden baru Filipina pada Kamis (30/6/2022). Pelantikan Marcos Jr. menandai kebangkitan politik yang menakjubkan untuk salah satu dinasti politik paling terkenal di Asia.Dikenal sebagai "Bongbong" Marcos Jr (64 tahun) telah menang dalam pemilihan presiden bulan lalu.
Dia akan menggantikan Rodrigo Duterte. Marcos Jr. mengambil sumpah pada Kamis siang waktu setempat dalam upacara publik di Museum Nasional, Manila. Dia disumpah di hadapan ratusan pejabat dan jurnalis lokal dan asing.
Ayah Marcos Jr. memerintah Filipina selama dua dekade dari 1965, hampir setengahnya di bawah darurat militer. Ribuan lawan Marcos dipenjara, dibunuh atau dihilangkan selama pemerintahannya. Nama keluarga Marcos menjadi identik dengan pemborosan dan hilangnya uang kas negara senilai miliaran dolar. Namun keluarga Marcos telah menolak tuduhan penggelapan uang negara.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar