Selain itu, Musk juga sempat menyampaikan ketidakpuasannya terhadap perusahaan kecerdasan buatan seperti OpenAI, yang menggunakan data Twitter untuk melatih model bahasa mereka.
Ia mengklaim bahwa hampir semua perusahaan AI mengorek data dalam jumlah besar untuk pengembangan teknologi mereka.
"Hampir setiap perusahaan yang melakukan AI, mulai dari startup hingga beberapa perusahaan terbesar di dunia yang mengumpulkan data dalam jumlah besar dari platform kami," katanya.
Untuk itu, dalam meningkatkan perlindungan pengguna dan memperkuat keamanan serta integritas platformnya, langkah darurat itu telah diambil Twitter, untuk menghadapi dinamika media sosial yang semakin kompleks.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar