Badan tersebut memperingatkan, konflik yang sedang berlangsung "telah memaksa penutupan 14 pusat distribusi makanan serta pengurangan operasi."
“Kami memiliki orang-orang yang merespons kebutuhan orang-orang di tempat penampungan. Mereka memberi pengungsi kasur, tempat tidur, air bersih dan makanan, bekerja sama dengan Program Pangan Dunia (WFP) PBB," terang Direktur Komunikasi UNRWA Juliette Touma.
Terpisah, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengakui tewasnya para pekerja PBB.
"Saya sangat menyesal bahwa beberapa rekan saya telah menanggung akibatnya. Tidak ada waktu yang terbuang, setiap momen berarti," ujar Guterres.
Sumber: voi
Artikel Terkait
Dikejar Massa Haredi! Kisah Horor Dua Tentara Wanita Israel yang Nyaris Diamuk di Bnei Brak
Operasi Militer AS vs Iran: Skenario Serangan, Target Rahasia, dan Ancaman Perang Panjang
Barack Obama Bongkar Fakta Alien: Mereka Nyata, Tapi...
Influencer Kuliner Tewas Usai Makan Kepiting Setan: Racun Apa yang Membunuhnya dalam 2 Hari?