Di sisi lain, surat Biden kepada kelompok pendukung Palestina berfokus pada bantuan dan tidak menyebutkan Holocaust atau dukungan AS terhadap Israel. “Kami berduka atas banyaknya warga Palestina tak berdosa yang telah terbunuh,” menurut NBC melaporkan isi surat kedua Biden, tertanggal 8 November.
Biden menambahkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk memastikan bahwa bantuan yang menyelamatkan nyawa, termasuk makanan, air, dan obat-obatan dapat segera menjangkau warga Palestina yang tidak bersalah di Gaza. Biden juga menekankan bahwa Amerika Serikat dengan tegas mendukung perlindungan warga sipil selama masa konflik.
Meskipun kedua surat tersebut tampaknya tidak bertentangan satu sama lain, atau bertentangan dengan kebijakan Biden, NBC melaporkan bahwa tidak lazim bagi Gedung Putih untuk membuat versi surat yang berbeda mengenai topik yang sama dengan penekanan yang sangat berbeda.
“Hal ini mencerminkan ketegangan politik yang coba dijalani Biden ketika unsur-unsur koalisinya yang pro-Israel dan pro-Palestina bertikai karena perang tersebut. dalam waktu kurang dari satu tahun sebelum pemilu," menurut NBC.
AL JAZEERA
Artikel Terkait
Kapal Induk Luar Angkasa China Luanniao: Ancaman Nyata atau Bluff Strategis?
Kuba Gelar Latihan Perang Besar! Apakah Ini Sinyal Perang dengan AS untuk Hindari Nasib Venezuela?
Mengapa Negara-Negara Timur Tengah Justru Takut Jika AS Serang Iran? Ini Dampak Mengerikannya
Donald Trump Minum Aspirin Dosis Tinggi, Tangan Memar di Davos Bikin Heboh!