polhukam.id - Genarasi Z (Gen Z) di Israel yang menolak pelaksanaan wajib militer dihadapkan pada isolasi sosial dan bahkan berisiko dipenjara karena menolak untuk bergabung dengan tentara.
Tal Mitnick, seorang pemuda berusia 18 tahun, tumbuh dengan harapan akan melayani di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) karena kewajiban wajib militer bagi sebagian besar warga Israel keturunan Yahudi.
Topik ini selalu menjadi pembicaraan di antara teman-teman Mitnick.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok, 22 Desember 2023, Aquarius: Kreatif, Optimis, dan Penuh Kejutan
"Pertanyaan pertama yang kami ajukan ketika bertemu satu sama lain adalah: 'Anda akan masuk ke militer di mana?' dari yang saya dengar, pembicaraan ini tetap berlanjut sepanjang usia 20 dan 30-an," katanya kepada Business Insider.
Namun, ia memutuskan menolak untuk melakukan pelayanan apa pun di IDF setelah menyaksikan rekaman aksi Israel selama konflik Gaza, dan akhirnya mengidentifikasi dirinya sebagai "refusenik," suatu posisi yang dapat mengakibatkan konsekuensi hukum.
Percakapan tentang kewajiban militer meningkat sejak 7 Oktober, ketika Hamas melancarkan serangan teroris mengejutkan terhadap Israel, menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?