Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa dari konten yang dihapus, sekitar 52.000 diduga merupakan pornografi anak.
Baca Juga: Skandal Kontroversial Lee Sun Kyun: Terungkapnya Kegagalan Penanganan Polisi Korea
Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah Korea Selatan telah merancang rencana tindakan yang difokuskan pada bantuan kepada korban.
Langkah-langkah tersebut melibatkan peningkatan jumlah pusat konseling regional yang dapat memberikan dukungan khusus dan mendalam kepada korban.
Saat ini, terdapat sepuluh pusat serupa, dengan rencana pembukaan empat pusat tambahan.
Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan konseling, layanan medis, dan dukungan hukum yang diperlukan bagi mereka yang menjadi korban kejahatan seks digital.
“(Kementerian) akan terus segera menghapus foto dan video apa pun yang diproduksi dan didistribusikan secara ilegal dan melakukan yang terbaik untuk membantu korban kejahatan seksual digital pulih dari kerugian yang mereka alami,” ujar Choi Sung Ji, kepala Biro Promosi Hak Perempuan dan Pemuda, Kementerian Gender, yang dikutip dari beberapa sumber.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinergijatim.com
Artikel Terkait
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Iran: Ancaman Serang Infrastruktur Hingga ke Zaman Batu
Korban Israel-Iran Tembus 6.500 Jiwa: Data Mengejutkan dari Kemenkes Israel!
Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS Lagi: Benarkah Jet Siluman Terhebat AS Mulai Rontok?
Dubes Iran Peringatkan: Rudal Israel Tak Pilih Sunni atau Syiah, Saatnya Bersatu!