Militer Israel juga mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Gaza dalam 24 jam terakhir.
Dalam tekanan internasional, Israel telah mengizinkan para reservis kembali dari Gaza, menghadapi tantangan ekonomi dan beralih ke operasi tempur yang kurang intens.
Menteri Pertahanan Yoav Gallant menguraikan tahap baru dalam operasi, berfokus pada serangan, penghancuran terowongan, serangan udara dan darat, serta upaya untuk menghapus pemimpin Hamas.
Baca Juga: Trafik Data Seluler Alami Kenaikan Tertinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta
Konflik ini memiliki dampak yang lebih luas, memicu kekerasan di Tepi Barat yang diperintah oleh Fatah, saingan Hamas.
Tak hanya itu, korban di Tepi Barat dan pernyataan PBB tentang penggunaan taktik militer oleh Israel semakin kompleks, dengan ketidakpastian bagaimana kembalinya pemerintahan Gaza setelah perang.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew