Militer Israel juga mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Gaza dalam 24 jam terakhir.
Dalam tekanan internasional, Israel telah mengizinkan para reservis kembali dari Gaza, menghadapi tantangan ekonomi dan beralih ke operasi tempur yang kurang intens.
Menteri Pertahanan Yoav Gallant menguraikan tahap baru dalam operasi, berfokus pada serangan, penghancuran terowongan, serangan udara dan darat, serta upaya untuk menghapus pemimpin Hamas.
Baca Juga: Trafik Data Seluler Alami Kenaikan Tertinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta
Konflik ini memiliki dampak yang lebih luas, memicu kekerasan di Tepi Barat yang diperintah oleh Fatah, saingan Hamas.
Tak hanya itu, korban di Tepi Barat dan pernyataan PBB tentang penggunaan taktik militer oleh Israel semakin kompleks, dengan ketidakpastian bagaimana kembalinya pemerintahan Gaza setelah perang.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz