"Dengan membunuh, mereka menawari kami suatu hadiah. Kelompok ini susah dihancurkan. Setiap hari mereka membunuh para pemimpin, dan mereka meningkatkan kekuatan dan tekad kami," katanya menambahkan.
Kantor berita WAFA menyebutkan tentara pendudukan Israel melancarkan operasi pada hari Kamis. Operasi itu berlangsung selama 17 jam dan memicu perlawanan.
"Buldoser Israel dengan sengaja merusak jalan utama, gang, jaringan air dan air limbah saat menuju ke kamp dan di dalam kam, merobohkan dinding, toko, dan sebagin rumah di kamp itu," kata WAFA.
WAFA juga menyebut tentara Israel menerobos masuk ke dalam rumah warga Palestina dan melakukan penggeledahan.
Tentara Israel turut memindahkan warga Palestina ke dalam satu ruangan dan menginterogasi mereka.
"Mereka mengubah beberapa rumah menjadi pos militer, mengerahkan penembak jitu, dan mencegah ambulans masuk ke area perkemahan untuk mengevakuasi pasien."
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan resmi tentang operasi di Tepi Barat dan individu yang ditargetkan.
Ketegangan di Tepi Barat naik setelah perang Hamas-Israel meletus di Gaza pada bulan Oktober 2023.
Serangan Israel di Gaza dilaporkan telah menewaskan hingga 34.000 warga Palestina. Sebagian besar korban tewas adalah wanita dan anak-anak.
Adapun Kementerian Kesehatan Palestina menyebut setidaknya ada 466 warga Tepi Barat yang dibunuh Israel atau pemukim Israel sejak perang di Gaza dimulai
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
3 Titik Rawan Perang di Asia! Analisis Prof Jiang Xueqin: Taiwan, Malaka, & Korea Utara Bisa Picu Konflik Besar
Putra Pemimpin Hamas Tewas di Gaza: Serangan Israel Kembali Memakan Korban
Israel Hancurkan Gencatan Senjata! Serangan Brutal ke Beirut Target Komandan Hizbullah, Perang Baru Dimulai?
Obama Bongkar Rahasia di Balik Ambisi Perang Netanyahu: Hasutan ke AS yang Berujung Petaka di Selat Hormuz