POLHUKAM.ID - Kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan istri Brigitte Macron, ke candi Borobudur menyisakan kritik.
Marcon dan istri melanggar larangan, melakukan mitos Kunto Bimo.
Tampak dalam tangkapan foto yang beredar, keduanya memasukkan tangan ke dalam stupa memegang jari Rupang Buddha.
Selain Marcon dan istri, Letkol Teddy juga melakukan hal serupa.
Seperti dilansir akun X Young Buddhist Association @ybaindonesia.
Dikatakan, tindakan ketiganya diduga karena ketidaktahuan bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi.
"Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy.. Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur," katanya, dikutip Harian Massa, Jumat (30/5/2025).
Dilanjutkan, mitos memegang jari Rupang Buddha di dalam stupa akan membawa harapan terkabul atau dikenal mitos Kunto Bimo.
"Mitos Kunto Bimo itu hanyalah memiliki dampak buruk terhadap pelestarian Candi Borobudur," sambungnya.
Menurutnya, tidak hanya mitos Kunto Bimo, para pengunjung candi Borobudur juga dilarang bersikap tidak hormat seperti menduduki stupa yang merupakan objek suci pemujaan umat Buddha.
"Para wisatawan dan pengunjung semua mematuhi hal ini dalam wujud rasa cinta dan peduli akan Candi Borobudur guna bisa lestari hingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita," ungkapnya.
Ditambahkan, peraturan ini berlaku untuk semua pengunjung candi Borobudur tanpa terkecuali.
"Sudah menjadi kewajiban kita bangsa Indonesia sendiri khususnya umat agama Buddha untuk menjaga asset negeri ini," jelasnya.
Sumber: harianmassa
Artikel Terkait
21 Kapal Dipaksa Mundur! Blokade AS di Selat Hormuz Picu Krisis Minyak Global
Selat Hormuz Dibuka Lagi: Benarkah Blokade AS dan Ancaman Iran Sudah Berakhir?
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?