POLHUKAM.ID - Aroma kegagalan manajemen sistem di internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyeruak ke publik. Menteri Keuangan Purbaya secara terbuka mengakui adanya "kebobolan" fatal dalam sistem penganggaran.
Hal ini terjadi usai Purbaya mencopot dua Direktur Jenderal (Dirjen) Kemenkeu, yakni Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari posisi Dirjen Anggaran.
Untuk Luky Alfirman, sumber Suara.com mengatakan salah satu penyebab pencopotan ini adalah karena dirinya disebut-sebut ceroboh dengan meloloskan anggaran untuk pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketika dikonfirmasi hal ini, Purbaya hanya senyum-senyum tipis. "Mungkin (karena hal itu). Anda tebak sendiri," kata Purbaya, Senin (11/5/2026).
Lolosnya anggaran pengadaan puluhan ribu motor listrik luput dari perhatian internal Kemenkeu. Purbaya sendiri mengklaim sudah menolak mentah-mentah usulan anggaran tersebut. Ironisnya, anggaran yang seharusnya diblokir justru "melenggang" keluar akibat adanya celah keamanan atau loophole pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
Artikel Terkait
Duit Ratusan Miliar Gagal Beli Hati: Pengakuan Hercules soal Tawaran Jenderal Bintang Dua untuk Jegal Prabowo
Kondisi Terbaru Kamaruddin Simanjuntak: Pengacara Pembongkar Kasus Sambo Kini Sakit – Begini Fakta Terkininya
Desak Bareskrim! 40 Ormas Islam Geruduk Polri Minta Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda Segera Diproses Hukum
Skandal Baru Trump: Jadi Sponsor Sportswashing Saudi di LIV Golf Demi Cuan Pribadi