Politisi PDI-P Arteria disebut-sebut menjadi komisaris BUMN PT Komisaris Petrokimia Gresik. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Adies Kadier dalam diskusi publik kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (24/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Adies memperkenalkan sekaligus memberikan Arteria karena telah menjadi Komisaris PT Petrokimia Gresik.
"Sahabat saya, Pak Arteria Dahlan. Selamat sudah terpilih menjadi Komisaris PT Petrokimia Gresik," ujar Adies.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Viola, membantah bahwa Arteria Dahlan ditunjuk sebagai komisaris PT Petrokimia Gresik.
Ia menjelaskan, dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tak terdapat nama Arteria Dahlan di jajaran komisaris.
"Petrokimia gresik melakukan rupst pada 30 juni lalu. Dan dari hasil RUPST tersebut, tidak ada nama Arteria Dahlan di dalam daftar Dewan komisaris Petrokimia Gresik," ujar Putri kepada Wartawan, Kamis (24/7/2025).
Dalam kesempatan terpisah, Arteria Dahlan juga menampik dirinya menduduki kursi komisaris. Menurutnya, Adies tengah berkelakar dalam diskusi tersebut.
"Pak Adies sedang bercanda. Saya diberi kesibukan oleh beliau untuk isi acara diskusi partai saja sudah senang," ucapnya.
Berdasarkan penulusuran Suara.com di laman resmi PT Petrokimia Gresik memang tak ada nama Arteria Dahlan daftar komisaris. Adapun berikut jajaran Komisaris PT Petrokimia Gresik:
Komisaris
Komisaris Utama Merangkap Independen: Suhardi Alius
Komisaris: Viva Yoga Mauladi
Komisaris: Andi Saiful Haq
Komisioner Independen: Luluk Nur Hamidah
Komisaris Independen: Zaki Saleh Masyhur
Sumber: suara
Foto: Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. [Instagram/@Arteriadahlan]
Artikel Terkait
Illinois Langgar Aturan? Saat Negara Bagian AS Nakal Bergabung dengan WHO Sendirian
Bobon Santoso Pensiun! Akun YouTube 18 Juta Subscriber Dilepas Rp 20 Miliar, Ini Alasannya
Fakta Mengejutkan di Balik Bunuh Diri Siswa SD Ngada: Ini Kata Pemerintah Soal Isu Pengusiran
OTT KPK Jerat Wakil Ketua PN Depok: Ratusan Juta Suap, Kekayaan Rp 3,26 M, dan Profil Kontroversial