Setelah IHSG, menurutnya pengangkatan Purbaya sebagai Menkeu baru ini juga akan berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.
Namun Tauhid menegaskan pelemahan mata uang Garuda ini baru akan terjadi jika IHSG turun terlalu dalam atau mengalami tren negatif untuk waktu yang lama.
Ia sendiri tidak bisa memastikan seberapa dalam IHSG akan tertekan dan seberapa besar penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Sebab kondisi ini akan sangat bergantung pada seberapa banyak dana yang keluar dari pasar saham Indonesia.
"Kalau misalnya ternyata (IHSG) negatif terus, berarti kan ada terjadi capital outflow. Kalau capital outflow-nya terlalu lama, nanti dampaknya akan ke nilai tukar, rupiah melemah. Biasanya dua itu indikatornya, IHSG, baru nilai tukar. Tapi nilai tukar tadi tergantung capital outflow-nya seberapa banyak," terangnya.
Sementara untuk dampak lainnya dari pergantian anggota Kabinet Merah Putih ini baru akan terlihat setidaknya hingga akhir tahun nanti.
Sebab pengusaha maupun investor perlu melihat lebih dulu kinerja dari Menkeu baru pilihan Prabowo ini.
"Soal yang lain belum akan terlihat, perlu time lag yang cukup lama. Misalnya dengan FDI atau investor asing, kaitannya dengan katakanlah penanganan inflasi, dan lain sebagainya," jelas Tauhid.
"Kasih lah kesempatan beliau untuk melakukan policy-nya, terutama sampai akhir tahun. Kuartal III atau IV ini bisa membuktikan atau tidak efektivitas policy fiskal yang akan diambilnya," sambungnya.
Sumber: Detik
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya