“Saya nggak tahu, Mei jatuh, Juni jatuh, Juli jatuh, Agustus jatuh ke 0 persen. Jadi periode perlambatan ekonomi tadi, pulih sedikit. Belum full pulih, direm lagi ekonominya,” paparnya.
“Itu dari sisi fiskal dan moneter,” sambungnya.
Ia mengatakan, pemerintah kerap lambat membelanjakan APBN. Sehingga uang hanya menumpuk di Bank Indonesia (BI).
“Pemerintah karena terlambat membelanjakan anggaran, membelanjakan APBN nya, uangnya kan di Bank Central. Bayar pajak masuk Bank Central. Belanjaan lagi nggak papa. Tapi ini kan enggak. Santai-santai. Kering sistemnya,” imbuhnya.
Itu semua, dinilainya yang menyebabkan tekanan ekonomi berkepanjangan. Sehingga terjadi demonstrasi yang besar.
“Yang bapak-bapak rasakan, kemarin demo itu. Itu karena tekanan panjang ekonomi. Karena kesalahan fiskal dan moneter sendiri yang sebelumnya kita kuasai,” terangnya.
Karenanya, ia menanyakan peran Komisi XI. Kenapa selama ini tidak pernah menanyakan perihal itu ke Menteri Keuangan.
“Yang saya pertanyakan adalah, di sini Komisi XI rapatnya dengan Menteri Keuangan berapa ratus hari dalam setahun. Kenapa tidak pernah mempertanyakan itu?” pungkasnya.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!