POLHUKAM.ID - Gak sampai setahun menjelang Pilpres 2024, ada kasus penyelundupan 51 burung gagak yg akan digunakan untuk ritual mistis sate gagak.
Puluhan gagak hitam itu dikapalkan dari Makassar dan akan dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Iya, gak salah. SOLO.
Peristiwa itu terjadi pada Maret 2023. Untungnya, penyelundupan itu berhasil digagalkan kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Polisi kemudian menahan Supriyadi, kurir penyelundupan, lantaran nggak bisa nunjukin dokumen lengkap.
Nah, Supriyadi ini yang mengaku bahwa burung-burung itu hendak dibawa ke solo untuk dijadikan sebagai medium dalam ritual mistis pesugihan sate gagak.
Katanya, puluhan gagak hitam itu dipesan oleh sejumlah paranormal di Solo.
Masih menurut pengakuan Supriyadi, dia mengaku sudah empat kali mengangkut burung gagak, yang semuanya digunakan untuk keperluan ritual mistis.
Dalam arti kata, jumlah permintaan burung gagak sangat besar.
Gagak selundupan itu akhirnya disita dan dibawa ke balai karantina hewan untuk kemudian dilepasliarkan di habitat asalnya di Sulawesi.
Sayang, ada 18 ekor gagak selundupan di antaranya yang lebih dulu tewas.
Bukan rahasia, gagak masih jadi idola para penekun ritual mistis untuk mendapatkan kekayaan atau kekuasaan. Yang terpopuler tentu pesugihan sate gagak.
Burung gagak dipercaya menyimpan energi hitam yang dapat mengundang makhluk halus datang. Ini yang dinamakan birokrasi setan.
Artikel Terkait
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!