Kebijakan Prabowo Tidak Menalangi Utang Kereta Cepat Whoosh Dinilai Tepat
Keputusan pemerintah Prabowo Subianto untuk tidak mengambil alih atau menalangi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) peninggalan era Joko Widodo (Jokowi) mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya ini sebagai keputusan yang tepat. "Langkah yang patut diapresiasi," ujarnya seperti dikutip dari RMOL.
Menjaga Kesehatan Fiskal Negara
Kebijakan ini dinilai menunjukkan ketegasan negara dalam menempatkan proyek infrastruktur strategis sebagai urusan business-to-business (B to B). Dengan demikian, proyek Whoosh tidak menjadi beban fiskal pemerintah atau risiko negara.
"Proyek tersebut adalah tanggung jawab korporasi BUMN terkait," tegas Hasanuddin. Hal ini sekaligus menjadi ujian bagi tata kelola profesional serta kemandirian finansial entitas usaha milik negara.
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur