Masalah Pembiayaan dan Tanggung Jawab Utang
Agus juga mempertanyakan kemampuan PT KAI, yang menjadi ketua konsorsium, dalam membayar utang proyek. Ia mengklaim bahwa pada akhirnya, pembayaran utang Whoosh dikatakan akan ditanggung oleh pemerintah, sebuah pernyataan yang kemudian dibantah oleh fakta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah menolak membayar utang Whoosh menggunakan APBN. Purbaya menyatakan bahwa utang tersebut kini menjadi tanggungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai superholding yang menaungi proyek.
Investasi dan Beban Utang Whoosh
Investasi pembangunan Whoosh mencapai US$ 7,27 miliar atau setara Rp 120,38 triliun. Sebanyak 75 persen dari total investasi ini dibiayai melalui utang ke China Development Bank (CDB). Skema pembayaran utang disepakati dengan bunga tetap selama 40 tahun pertama, dengan tambahan pinjaman untuk menutupi pembengkakan biaya selama konstruksi.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Wuling Eksion EV & PHEV Meluncur 22 April 2026: Inilah 7 Fakta yang Bakal Guncang Pasar Mobil Listrik Indonesia!
Travel Pekanbaru-Padang Terjun ke Jurang Lembah Anai, Begini Kronologi dan Nasib 7 Penumpangnya
Dokter Tifa Akan Terbang ke Jepang: Benarkah Gelar Akademik Rismon Sianipar Palsu?
Oknum Polisi Terima Fee Rp 16 Miliar dari Proyek Bekasi, KPK Beberkan Modus Makelarnya!