“Bandingkan dengan sidang Habib Bahar dan Edy Mulyadi. Itu satu hal yang selalu dipertanyakan oleh masyarakat tentunya, kok perlakuan antara yang pro dan kontra pemerintah berbeda. Kalau yang kontra kesannya ada salah sedikit pun dibuat lebar, kalau yang pro salah lebar dibuat sempit,” tambah Refly.
Tanpa bermaskud menyudutkan penegak hukum, Refly merasa hal itu adalah salah satu persepsi yang kini ada di masyarakat.
Baca Juga: Partai Pimpinan Haji Giring Dihantam Isu Tak Sedap, Rocky Gerung: Bagus Juga Ada Perpecahan di PSI…
“Itu persepsi yang muncul di masyarakat dan mohon maaf hanya sekadar menyampaikannya, banyak komentar-komentar seperti itu untuk para penegak hukum, dengan segala hormat dan maaf,” ujar Refly.
Untuk diketahui, Ruhut dilaporkan oleh Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan berkaitan dengan cuitannya di twitter yang mengunggah foto Anies Baswedan yang diduga kuat telah melalui proses editing.
Terbaru, lewat cuitannya, Ruhut juga menyampaikan permohonan maaf.
"dan untuk semua yang masih marah-marah Maafkan Aku Manusia yang tidak luput dari kesalahan MERDEKA,” cuit Ruhut beberapa waktu lalu.
Taunya Aku dihujat habis2an tapi apa mau dikata apalagi yg hujat pada tdk ta’u permasalahannya tapi Aku harus berhikmat dan untuk semua yg masih marah2 Ma’afkan Aku Manusiah yg tdk luput dari kesalahan MERDEKA. pic.twitter.com/TaMeNgB24V
Sumber: sultra.jpnn.com
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?