“Bandingkan dengan sidang Habib Bahar dan Edy Mulyadi. Itu satu hal yang selalu dipertanyakan oleh masyarakat tentunya, kok perlakuan antara yang pro dan kontra pemerintah berbeda. Kalau yang kontra kesannya ada salah sedikit pun dibuat lebar, kalau yang pro salah lebar dibuat sempit,” tambah Refly.
Tanpa bermaskud menyudutkan penegak hukum, Refly merasa hal itu adalah salah satu persepsi yang kini ada di masyarakat.
Baca Juga: Partai Pimpinan Haji Giring Dihantam Isu Tak Sedap, Rocky Gerung: Bagus Juga Ada Perpecahan di PSI…
“Itu persepsi yang muncul di masyarakat dan mohon maaf hanya sekadar menyampaikannya, banyak komentar-komentar seperti itu untuk para penegak hukum, dengan segala hormat dan maaf,” ujar Refly.
Untuk diketahui, Ruhut dilaporkan oleh Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan berkaitan dengan cuitannya di twitter yang mengunggah foto Anies Baswedan yang diduga kuat telah melalui proses editing.
Terbaru, lewat cuitannya, Ruhut juga menyampaikan permohonan maaf.
"dan untuk semua yang masih marah-marah Maafkan Aku Manusia yang tidak luput dari kesalahan MERDEKA,” cuit Ruhut beberapa waktu lalu.
Taunya Aku dihujat habis2an tapi apa mau dikata apalagi yg hujat pada tdk ta’u permasalahannya tapi Aku harus berhikmat dan untuk semua yg masih marah2 Ma’afkan Aku Manusiah yg tdk luput dari kesalahan MERDEKA. pic.twitter.com/TaMeNgB24V
Sumber: sultra.jpnn.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!