Brigjen Sumy menegaskan, kondisi sisa organ dalam yang ditemukan mengarah pada kesimpulan utama bahwa korban meninggal dunia karena insiden kebakaran. "Kelihatan kalau dari sisa-sisanya, organ dalamnya terbakar. Sehingga kami bisa menulis sebab kematiannya karena terbakar," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa bagian tubuh yang tersisa tidak lagi lengkap, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penilaian terhadap kemungkinan kekerasan jenis lain. "Sisa-sisa organ dalam yang terbakar dengan beberapa tulang tidak signifikan bisa dinilai kekerasannya," tambahnya.
Konfirmasi Identitas melalui Tes DNA
Sebelumnya, Polri telah mengonfirmasi identitas kedua korban melalui uji DNA. Pemeriksaan terhadap dua kerangka yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan kecocokan dengan sampel DNA keluarga dari Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, yang sebelumnya dilaporkan hilang usai sebuah demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
"Kami menerima dua kantong jenazah. Setelah dilakukan pemeriksaan gigi dan DNA, hasilnya identik dengan sampel keluarga dari dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang," pungkas Brigjen Sumy Hastry Purwanti.
Artikel Terkait
Motor Listrik Emmo untuk MBG: Benarkah Cuma Rakitan China dengan TKDN 48,5%?
Daun Pisang vs Plastik: Solusi Cerdas Gubernur DKI Saat Harga Plastik Naik 80%
Cara Download Video YouTube ke MP4/MP3 dengan 1 Klik: Gratis, Cepat & Tanpa Aplikasi!
Rismon Sianipar Bongkar Bukti Video AI, Ini Kata Pakar Forensik Soal Laporan JK ke Polisi