Guru besar Universitas Waseda, Hajime Takano, menilai media Jepang turut berkontribusi dengan menggembar-gemborkan "teori ancaman Tiongkok" untuk membenarkan peningkatan anggaran militer.
Wacana Ubah Tiga Prinsip Non-Nuklir Picu Kekhawatiran
Berdasarkan laporan Kyodo, Takaichi juga dikabarkan mengkaji kemungkinan mengubah ketentuan "tidak memasukkan senjata nuklir" dalam "Tiga Prinsip Non-Nuklir" saat merevisi dokumen keamanan nasional. Prinsip yang telah menjadi kebijakan dasar sejak 1971 ini mencakup tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak memasukkan senjata nuklir.
Mantan PM Yoshihiko Noda mengkritik keras wacana ini, menyebut pernyataan Takaichi "gegabah" dan mencerminkan kurangnya pengendalian diri. Media Asahi Shimbun dalam tajuk rencananya menegaskan bahwa sebagai satu-satunya negara korban bom atom, kebijakan non-nuklir Jepang tidak boleh diubah begitu saja.
Analisis: Dampak terhadap Hubungan Jepang-Tiongkok dan Keamanan Kawasan
Pakta seperti Hitoshi Tanaka menilai pernyataan Takaichi "lebih banyak mudarat daripada manfaat" dan tidak selaras dengan kepentingan nasional Jepang. Arah diplomasi seharusnya menjaga stabilitas hubungan bilateral, bukan memanfaatkan isu Taiwan untuk menyulut ketegangan.
Kritik juga datang dari kalangan militer. Jurnalis senior Yujin Fuse memperingatkan bahwa pernyataan ini akan memperuncing ketegangan kawasan dan mendesak pemerintah mengambil langkah meredakan situasi.
Artikel Terkait
Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Haji: Kekayaan Naik Rp1 Miliar, Ini Rincian dan Kronologi Lengkapnya
Pemuda Muhammadiyah Buka Suara: Kami Bukan Pelapor Pandji Pragiwaksono!
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka, Ini Modus Korupsi Kuota Haji yang Bikin Heboh
Roy Suryo Balas! 7 Pendukung Jokowi Dilaporkan ke Polda, Ini Tudingan Ijazah Palsu yang Bikin Heboh