Analisis Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Transparansi Diperlukan?
Oleh: Erizal, Direktur ABC Riset & Consulting
Pakar Sosiologi Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ciek Julyati Hisyam, memberikan pernyataan tegas terkait polemik ijazah Presiden Jokowi. Dalam sebuah talkshow, ia menyatakan, "Kalau memang betul itu ada aslinya, pasti siapapun berani akan menunjukkannya."
Pernyataan tersebut mencuat di tengah proses hukum yang sedang berjalan. Ciek Julyati juga mempertanyakan alasan mengapa dokumen ijazah tersebut hanya diperlihatkan secara terbatas dan tidak serta merta diberikan untuk uji forensik independen yang diminta pihak pelapor, seperti Roy Suryo.
Perbandingan dengan Kasus Arsul Sani
Logika yang disampaikan Ciek Julyati dianggap mewakili rasa penasaran publik. Sebagai perbandingan, kasus tuduhan ijazah palsu yang dihadapi Arsul Sani diselesaikan dengan cara yang berbeda. Arsul Sani dengan mudah membuka dan menunjukkan ijazah serta nilai akademiknya kepada publik tanpa keraguan.
Langkahnya dinilai lugas: tidak melaporkan balik pelapor, tidak memerlukan kuasa hukum khusus, dan tidak menyatakan kekhawatiran akan menimbulkan chaos jika dokumen dibuka. Pertanyaannya, jika hal yang sama bisa dilakukan oleh Arsul Sani, mengapa tidak oleh Presiden Jokowi?
Artikel Terkait
Ironi Hegemoni AS: Mengapa Intervensi di Venezuela Hanya Ulangi Sejarah Kelam Amerika Latin?
Roy Suryo Dicekal Polisi: Prematur atau Upaya Membungkus Kritik Soal Ijazah Jokowi?
Dokter Tompi Bongkar Alasan Medis di Balik Kritik Pandji ke Fisik Gibran: Ini Bukan Sekadar Lelucon!
Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Kritik Pedas Pandji: Benarkah Orang Sunda Hanya Pilih Artis?