Dokter Tompi menegaskan bahwa mengkritik pemerintah adalah hal yang sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang adalah bentuk lain. "Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah. Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," ujarnya.
Ia pun mengajak publik untuk meningkatkan kualitas diskusi. "Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tambahnya.
Insiden ini berawal dari tayangan spesial stand up comedy Pandji Pragiwaksono berjudul "Mens Rea" yang tayang di Netflix. Dokter Tompi mengaku telah menontonnya dan secara umum mengapresiasi materi tersebut. "BTW saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benernya," tulisnya.
Namun, bagian dimana Pandji membahas penampilan fisik Gibran Rakabuming Raka menjadi titik perdebatan. Tanggapan Dokter Tompi ini memicu diskusi luas mengenai batasan antara satire, kritik, dan pelecehan dalam dunia komedi dan diskusi publik.
Artikel Terkait
Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Mahasiswi Pakai Kapak, Motifnya Bikin Merinding!
Rendy Brahmantyo Bantah Keras Tuduhan Perkosa Cinta Ruhama Amelz: Ini Kronologi Lengkap yang Bikin Heboh!
Sopir Toyota Calya Lawan Arah di Gunung Sahari: Panik Tak Punya SIM, Mobil Hancur Diamuk Massa
Guru Honorer Probolinggo Dibebaskan! Ini Alasan Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangkanya