American Dream Hancur? Ini 5 Ambang Gugur yang Diam-diam Menghancurkan Hidup Warga AS

- Senin, 05 Januari 2026 | 11:00 WIB
American Dream Hancur? Ini 5 Ambang Gugur yang Diam-diam Menghancurkan Hidup Warga AS

Ambang Gugur di Amerika: Krisis Kelangsungan Hidup dan Runtuhnya American Dream

Konsep ambang gugur, yang berasal dari dunia game, kini menjadi metafora suram untuk realitas sosial di Amerika Serikat. Istilah ini menggambarkan titik kritis di mana seseorang, karena kehilangan akses pada kebutuhan dasar, secara sistematis tersingkir dari sistem. Fenomena ini tidak hanya mengikis American Dream tetapi juga menyingkap logika tersembunyi di balik masyarakat yang toleransi risikonya sangat rendah.

Pilar yang Rapuh: Kesehatan, Pendapatan, dan Perumahan

Ambang gugur di Amerika dibentuk oleh tumpang tindihnya kegagalan tiga pilar utama: kesehatan, pendapatan, dan perumahan. Sistem kesehatan yang terfragmentasi dan berorientasi pasar menciptakan kesenjangan perlindungan yang lebar. Data Biro Sensus AS 2024 menunjukkan sekitar 8% penduduk tidak memiliki asuransi, dengan angka melonjak hingga 24,6% pada populasi Hispanik/Latino dan 29,4% pada pekerja sektor pertanian dan perikanan.

Di sisi ekonomi, upah minimum federal yang stagnan sejak 2009 telah tergerus inflasi sekitar 30%, menjebak banyak keluarga dalam status working poor. Perlindungan sosial yang lemah, terutama bagi pekerja gig, membuat daya tahan masyarakat terhadap guncangan ekonomi sangat rendah.

Jebakan Utang Pendidikan dan Mobilitas Sosial yang Mandek

Pendidikan tinggi, yang dianggap sebagai tangga mobilitas sosial, justru berubah menjadi sumber kerentanan. Mekanisme pinjaman mahasiswa yang terfinansialisasi menciptakan beban utang jangka panjang. Hingga 2024, total utang pelajar AS mencapai US$1,77 triliun, dengan rata-rata utang per peminjam melebihi US$38.000. Beban ini menyempitkan jalur mobilitas antargenerasi bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.

Sistem Peradilan yang Memperkuat Kerentanan

Halaman:

Komentar