American Dream Hancur? Ini 5 Ambang Gugur yang Diam-diam Menghancurkan Hidup Warga AS

- Senin, 05 Januari 2026 | 11:00 WIB
American Dream Hancur? Ini 5 Ambang Gugur yang Diam-diam Menghancurkan Hidup Warga AS

Sistem peradilan pidana berperan sebagai mekanisme penyaringan yang irreversibel. Individu dengan catatan kriminal menghadapi eksklusi jangka panjang dalam pekerjaan dan reintegrasi sosial. Ketidaksetaraan ekonomi juga terlihat jelas dalam proses praperadilan, di mana kemampuan membayar uang jaminan sering kali menentukan nasib seseorang, mengukuhkan kerentanan yang sudah ada.

Logika Kapitalisme dan Stabilisasi Sistem

Dalam logika kapitalisme Amerika, ambang gugur berfungsi sebagai alat stabilisasi sistem dengan tiga cara utama:

  1. Individualisasi Kontradiksi: Narasi "kesetaraan kesempatan" mengubah kegagalan sistemik menjadi tanggung jawab personal, meredam kritik terhadap institusi.
  2. Strategi Pecah Belah: Fragmentasi kelompok rentan berdasarkan ras, wilayah, atau status menghambat terbentuknya kesadaran dan aksi kolektif.
  3. Pemindahan Tanggung Jawab ke Pasar: Melalui finansialisasi kebutuhan dasar (kesehatan, perumahan, pendidikan), negara menarik diri dari kewajiban perlindungan universal. Kesulitan individu lalu dilihat sebagai hasil "keputusan yang keliru".

Akar Budaya: Etika Protestan dan Sosial-Darwinisme

Fenomena ini didukung oleh arus budaya yang mendalam. Etika Protestan yang menekankan kerja keras dan tanggung jawab individu cenderung menyalahkan korban, menganggap kemiskinan sebagai cela moral. Sementara itu, sisa-sisa pemikiran Sosial-Darwinisme melihat tersingkirnya kelompok lemah sebagai "hukum alam". Kombinasi kedua paham ini membentuk latar budaya bagi masyarakat Amerika yang bertoleransi rendah terhadap risiko dan kegagalan.

Kesimpulannya, ambang gugur bukanlah kecelakaan, melainkan gejala dari desain kelembagaan dan budaya yang mengubah kontradiksi struktural menjadi beban individu. Memahami mekanisme ini adalah langkah pertama untuk mengkritik dan merekonstruksi sistem yang lebih inklusif.

Halaman:

Komentar