"Karena pernah itu kejadian ada pesawat crash, kemudian kondisinya sama, terburai pesawatnya, tapi ternyata ada penumpang yang terlempar, kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup," jelas dia.
Fokus Operasi SAR dan Investigasi
Dengan dasar itu, Basarnas tetap mengerahkan seluruh upaya untuk menemukan korban. Secara paralel, tim juga berkonsentrasi mengumpulkan serpihan atau puing-puing pesawat untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
"Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT," pungkas Syafi'i menegaskan komitmen Basarnas dalam proses penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini.
Artikel Terkait
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli Belasan Murid: Kronologi dan Aksi yang Sudah Dilakukan
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan: Toba Pulp Lestari Tbk Kena Pukulan Telak, Ini Dampaknya!
Eggi Sudjana Bantah Restorative Justice ke Jokowi: SP3, Pertemuan Rahasia, dan Manuver Politik yang Menggemparkan
Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif: 4.000 Langkah Misterius Terekam Setelah Kecelakaan Pesawat