Menurut Purbaya, kondisi fundamental atau fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya sedang dalam tren membaik, yang justru berlawanan arah dengan pelemahan nilai tukar yang terjadi.
"Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah," jelasnya.
Artinya, secara fundamental, Menteri Keuangan ini menilai tidak ada alasan kuat bagi Rupiah untuk melemah sedalam sekarang.
Kekhawatiran Pasar dan Respons
Pelemahan Rupiah sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan dinamika yang terjadi di Bank Indonesia (BI).
Klaim Purbaya yang menyebut persoalan nilai tukar bisa diselesaikan dalam "dua malam" ini pun menuai beragam reaksi, mengingat wewenang pengelolaan moneter dan nilai tukar secara resmi berada di bawah otoritas Bank Indonesia.
Artikel Terkait
Misteri Ijazah Jokowi Akhirnya Terungkap? Ini Keputusan Krusial Kejaksaan yang Ditunggu Publik
MTF, Petinggi Ponpes di Lombok Tengah Diduga Pelecehan Seksual 5 Santriwati dengan Modus Doa
Florencia Lolita Wibisono Teridentifikasi: Kisah Pramugari Korban ATR yang Ditemukan di Jurang Bulusaraung
Viral! WNI Berhijab Syifa Jadi Tentara AS: Bisa Hilang WNI-nya, Benarkah?