Menurut Purbaya, kondisi fundamental atau fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya sedang dalam tren membaik, yang justru berlawanan arah dengan pelemahan nilai tukar yang terjadi.
"Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah," jelasnya.
Artinya, secara fundamental, Menteri Keuangan ini menilai tidak ada alasan kuat bagi Rupiah untuk melemah sedalam sekarang.
Kekhawatiran Pasar dan Respons
Pelemahan Rupiah sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan dinamika yang terjadi di Bank Indonesia (BI).
Klaim Purbaya yang menyebut persoalan nilai tukar bisa diselesaikan dalam "dua malam" ini pun menuai beragam reaksi, mengingat wewenang pengelolaan moneter dan nilai tukar secara resmi berada di bawah otoritas Bank Indonesia.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei: Sosok Kontroversial Calon Pengganti Pemimpin Iran yang Ditakuti AS
Ironi Hukum: Pengkritik Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar, Kini Terdakwa Ijazah Palsu?
Cara AI Mengubah Presentasi: Hemat 90% Waktu & Hasilkan Slide Pro dalam Hitungan Menit
Wajib Pakai NIK! Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses YouTube, TikTok, dan 6 Medsos Lainnya