Kesalahan Tata Ruang yang Berulang Diperingatkan
Gubernur mengkritik keras kesalahan tata ruang yang telah berlangsung lama. "Kita sudah salah dari awal tata ruangnya, harus dibenahi berulang-ulang saya katakan. Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pembangunan tanpa mitigasi bencana dan tata ruang yang keliru telah memperbesar risiko bencana di wilayah rawan seperti ini. "Kita sudah lama membangun tanpa mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya salah," tambah Dedi Mulyadi.
Proses Pencarian Korban dan Kondisi Lokasi
Sementara itu, tim SAR gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pencarian korban di area longsoran. Proses evakuasi berjalan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah di lokasi longsor Cisarua masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Hingga laporan ini dibuat, total korban tewas yang berhasil ditemukan adalah 8 orang, sementara sejumlah warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei: Sosok Kontroversial Calon Pengganti Pemimpin Iran yang Ditakuti AS
Ironi Hukum: Pengkritik Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar, Kini Terdakwa Ijazah Palsu?
Cara AI Mengubah Presentasi: Hemat 90% Waktu & Hasilkan Slide Pro dalam Hitungan Menit
Wajib Pakai NIK! Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses YouTube, TikTok, dan 6 Medsos Lainnya