Fakta Baru Kasus Penjual Es Viral: Suderajat Ungkap Penganiayaan oleh Preman Sebelum Tuduhan Oknum Aparat
POLHUKAM.ID - Suderajat, penjual es keliling yang viral karena dagangannya dituduh mengandung spons, mengungkap fakta baru yang mengejutkan. Ia mengaku mengalami kekerasan fisik atau penganiayaan dari segerombolan preman sebelum insiden penangkapan oleh oknum aparat.
Pengakuan ini disampaikan Suderajat saat bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam tayangan YouTube pribadi Dedi, Suderajat menceritakan kronologi awal mula dirinya menjadi korban di wilayah Kemayoran, Jakarta.
Kronologi Penganiayaan oleh Preman
Suderajat mengungkapkan, awalnya ia dihina dan dituduh menjual es palsu oleh sekelompok preman. Saat dituduh, pria yang akrab disapa Ajat itu mengaku dipukul dan wajahnya dilempari es yang sudah dihancurkan.
"Es saya disebut es palsu, terus dibejek-bejek dihancurin esnya, nah terus itu dibuang ke muka saya. Terus saya ditonjok di muka saya," ujar Suderajat, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, preman tersebut marah karena Suderajat menagih pembayaran yang tertunggak. Akibatnya, dagangannya dihancurkan dan dibuang ke arah mukanya. Sekitar 5 orang preman diduga terlibat dalam penganiayaan itu.
Yang membuatnya pilu, saat dikeroyok tidak ada warga maupun oknum aparat yang menolongnya. Bahkan, ia merasa oknum aparat justru lebih mendukung para preman tersebut.
Klaim Oknum Aparat Sudah Minta Maaf, Tapi Preman Belum
Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi memastikan kembali apakah oknum TNI dan polisi dalam video viral ikut terlibat penganiayaan. Suderajat enggan mengaku, namun menegaskan bahwa pelaku penganiayaan adalah preman.
Meski Dedi tampak ragu dan memintanya untuk jujur, Suderajat menjelaskan bahwa oknum TNI dan polisi tersebut telah meminta maaf kepadanya. Namun, ia masih merasa gusar karena preman yang menganiayanya belum meminta maaf dan belum ditangkap.
Artikel Terkait
Papua Makmur & Energi Mandiri: 5 Manfaat Perluasan Sawit yang Bikin Ekonomi Melejit
Hotman Paris Buka Suara Soal Kasus Es Gabus: Pelukan Usai Digebukin, Itu Keadilan?
Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Hasil Lab Bongkar Fakta Mengejutkan! Kapolri & Panglima TNI Didesak Bertindak
Anggaran 2025 Dipakai 2024: Ini Daftar Mengerikan Kerugian Negara dari Proyek Lumbung Pangan